Prinsip Dasar Investasi Syariah

Seperti yang kita ketahui bahwa umat muslim merupakan agama mayoritas di Indonesia dan di beberapa negara lainnya seperti Malaysia dan juga Arab Saudi. Agama mengajarkan bukan hanya cara untuk beribadah kepada Tuhan tapi juga meberikan petunjuk bagaimana manusia harus hidup berdampingan dengan manusia lainnya dan hal tersebut juga sama di dalam ajaran agama Islam.

Di dalam Alquran terdapat peraturan-peraturan hidup dan syariat termasuk petunjuk tentanng mencari nafkah melalui bidang investasi. Kaidah-kaidah agama haruslah dipatuhi oleh setiap pemeluk agama Islam saat menjalankan bisnis mereka sehingga mereka terhindar dari kemungkinan menghasilkan uang dari cara yang haram. Beberapa tahun belakangan ini telah keluar suatu istilah “Investasi Syariah”. Kira-kira apa itu investasi syariah? Dan Apa prinsip dasar investasi syariah tersebut? Saya akan membahas mengenai prinsip dasar investasi syariah ini.

Apa yang Dimaksud dengan Investasi Syariah?

Prinsip Dasar Investasi Syariah

Sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui apa itu investasi syariah. Sebenarnya investasi merupakan suatu cara untuk menambah pendapatan seseorang dengan menanamkan modal pada suatu bisnis atau aset sedangkan syariah itu sendiri merupakan jalan yang benar atau lurus yang harus dijalani oleh manusia yang diberikan atau ditetapkan oleh Tuhan. Jadi bila kita ambil kesimpulan maka investasi syariah merupakan jenis investasi dengan jalan yang sesuai dengan kaedah agama Islam.

Baca Juga : Cara Investasi Emas Agar Untung dan Terhindar Dari Kerugian

Prinsip Dasar Investasi Syariah

Sebenarnya prinsip dasar investasi syariah ini mengacu pada As Sunnah dan Alquran yang merupakan sumber dari hukum umat Islam. Beberapa dasar dari kaidah Islam pada dasar modal telah ditetapkan dalam fiqih modern baik dari aturan emitennya maupun transaksinya. Aturan dasarnya adalah prinsip keabdian dan ibadah dan harus dilakukan dengan cara yang halal serta menjauhi hal-hal seperti riba, mengakibatkan bahaya, spekulasi dan mengakibatkan madharat.

Berdasarkan peraturan inilah maka investasi syariah tidak menerapkan sistem bunga seperti investasi lainnya karena dianggap melanggar peraturan riba dalam agama Islam. Lalu bagaimana prinsip kerja investasi syariah ini? Profit dan sharing merupakan hal-hal yang ditekankan dalam investasi syariah ini. Jadi kerugian dan keuntunagna kan ditanggung oleh semua pihak yang terlibat dalam investasi syariah ini.

Contoh-contoh investasi yang menggunakan prinsip investasi syariah antara lain:

1. Investasi pada hal-hal atau benda-benda yang nyata contohnya pada perhiasan, properti dan benda-benda seni. Yang penting investasi tersebut pada benda-benda yang ada wujud nyatanya.

2. Investasi pada surat-surat berharga atau sekuritas seperti deposito, forex ataupun saham. Pada investasi sekuritas ini anda bisa memilih investasi secara langsung ataupun tidak langsung.

Investasi langsung merupakan investasi dimana anda bisa mengambil bagian dalam keputusan dari investasi anda tersebut contohnya pada investasi forex dan investasi di pasar saham

Invetasi tidak langsung berarti pengelolaan surat berharga anda akan diwakilkan oleh suatu perusahaan atau lembaga untuk bisa menangani investasi anda dan menghasilkan keuntungan bagi anda.

Demikian artikel singkat ini tetang prinsip dasar investasi syariah yang bisa anda terapkan dalam berinvestasi untuk masa depan semoga bermanfaat.

Baca Juga : Perbedaan Deposito Syariah dan Berjangka Biasa

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)

Loading...

Leave a Comment