Harga emas pada Selasa 28 Oktober 2025 menguat tipis, menjelang ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan meredanya tensi dagang antara AS dan China yang membuat permintaan aset safe haven kurang begitu diminati.

Harga Emas berjangka AS pada selasa pagi menguat tipis 0,26% ke posisi $3.990,84 per ons. Sebelumnya, Harga emas pada 20 Oktober 2025 sempat menembus rekor tertinggi $4.381,21 per ons sebelum terkoreksi tajam 8,53% dalam sepekan terakhir.
Pelemahan logam mulia terjadi setelah munculnya tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Para negosiator dari kedua negara telah menyusun kesepakatan yang menunda tarif impor, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar dan menekan permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas.
“Potensi kesepakatan dagang tersebut langsung menurunkan minat investor terhadap emas. Kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures. David juga menilai, fokus pasar saat ini telah beralih pada kebijakan suku bunga The Fed, menggantikan isu geopolitik yang sebelumnya mendorong reli logam mulia tersebut.
Sementara itu, Keputusan suku bunga The Fed dijadwalkan pada Rabu. Menurut data ‘CME FedWatch’ menunjukkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, skenario yang umumnya memperlemah Dolar Amerika Serikat dan kembali mendukung penguatan harga emas di pasar global.
Adapun, Pertemuan lanjutan antara Presiden AS ‘Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berlangsung pada Kamis, 30 Oktober 2025 mendatang. Hal ini menjadi sinyal penting yang mendukung pergerakan harga emas. Pertemuan lanjutan mengenai perjanjian perdagangan dapat meredam pasar, meski berpotensi menurunkan permintaan jangka pendek terhadap aset safe haven.
