Harga Minyak Turun Pasca Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran

Harga minyak pada Rabu pagi 22 April 2026 melemah, Setelah “Donald Trump” Presiden AS memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa adanya batas waktu ditengah ketidakpastian atas pembicaraan perdamaian di masa depan.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS merosot 0,40% menjadi $85,59 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka turun 0,40% menjadi $98,13 per barel.

Harga minyak juga tertekan atas kekhawatiran gangguan pasokan yang terus berlanjut, Akibat dari konflik di Selat Hormuz yang masih ditutup. Blokade yang dilakukan oleh angkatan laut AS terhadap Iran juga masih berlaku, dengan arus kapal yang melintasi Hormuz masih tetap sedikit.

Pada hari Selasa Presiden AS mengatakan bahwa dia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, memungkinkan kedua negara untuk melanjutkan perundingan perdamaian guna mengakhiri perang.

Washington juga mengklaim bahwa Iran kehilangan sekitar $500 juta setiap hari akibat penutupan selat Hormuz dan tidak akan pernah ada kesepakatan dengan Iran tanpa mengangkat blokade angkatan laut terhadap negara tersebut.

Selat Hormuz adalah titik fokus utama dalam konflik, Mengingat 20% minyak dunia melewati jalur tersebut. Gangguan dalam aktivitas pelayaran setelah Iran secara efektif memblokir penyeberangan, menjadi pendukung utama harga minyak sejak awal konflik pada akhir Februari.

Sementara itu, Status pembicaraan perdamaian antara AS dengan Iran di masa depan belum pasti, Setelah sebelumnya Tehran dan Washington menolak mengirim delegasi untuk negosiasi lebih lanjut di Pakistan minggu ini.

Tidak ada kejelasan apakah Iran telah setuju untuk memperpanjang gencatan senjata, tanpa ada tanggapan resmi dari para pemimpin tertinggi negara tersebut mengenai perpanjangan tersebut.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment