Harga Minyak Tertekan Imbas Dari Pasokan AS yang Meningkat

Pada penutupan perdagangan Selasa (16/04) Harga minyak masih tertekan, terbebani oleh ekspektasi persediaan AS yang lebih tinggi dan adanya kekhawatiran rusia tentang kesediaan minyak untuk melakukan pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC.

Pakar analis pekan lalu memperkirakan pasokan minyak mentah AS naik 1,9 juta barel, kenaikan tersebut merupakan keempat kalinya secara beruntun. Laporan penimbunan pertama pada pekan ini dijadwalkan pada pukul 2030 GMT dari American Petroleum Institute.

Harga Minyak Tertekan Imbas Dari Pasokan AS yang Meningkat

Harga minyak mentah berjangka Brent, turun sekitar 12 sen menjadi $ 71,06 per barel pada 0801 GMT. Sedangkan, Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik sekitar 6 sen menjadi $ 63,46.

Sementara OPEC melakukan pengurangan pasokan yang mendorong Brent lebih dari 30 persen tahun ini, keuntungan sudah dibatasi oleh adanya kekhawatiran bahwa jika terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat melemahkan permintaan bahan bakar.

Minyak juga jatuh pada hari Senin lalu setelah adanya komentar dari Rusia menimbulkan kekhawatiran pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC ada kemungkinan tidak diperpanjang. Menteri Keuangan Anton Siluanov melalui kantor berita TASS menyatakan Rusia dan kelompok produsen dapat memutuskan untuk meningkatkan produksi untuk memperjuangkan pangsa pasar dengan Amerika Serikat.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen lain termasuk Rusia, telah memangkas produksinya sejak 1 Januari, Pada Juni Mereka memutuskan apakah akan melanjutkan pengaturan.

Meningkatnya pasokan AS dan kekhawatiran Rusia tidak melanjutkan pemotongan produksi yang dipimpin OPEC harga minyak mentah berpotensi lemah. Namun sentimen pengetatan pasokan, seperti sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dan Venezuela sebagai pembatas kerugian. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam Support $ 63,00-$ 62,50, dan jika harga naik akan bergerak dalam Resistance $ 64,00-$ 64,50.

Leave a Comment