Sangat tepat menggambarkan realitas dunia trading. Banyak trader gagal bukan karena strategi yang buruk, tetapi karena tidak mampu mengendalikan emosi dan mental mereka.
Berikut adalah pembahasan mendalam yang bisa membantu memahami dan mengatasi aspek psikologis dalam trading:
1. Mengapa Psikologi Sangat Penting dalam Trading?
Trading bukan hanya soal analisa teknikal atau fundamental, Bahkan dengan strategi terbaik pun, seorang trader bisa tetap rugi jika tidak mengendalikan emosionalnya. Faktor psikologis seperti ketakutan, keserakahan, dan ego seringkali menggagalkan keputusan yang rasional.
2. Musuh Utama adalah Diri Sendiri
a. Ketakutan (Fear)
Ketakutan membuat trader menutup posisi terlalu cepat karena khawatir kehilangan keuntungan kecil atau enggan masuk pasar karena takut rugi.
b. Keserakahan (Greed)
Keserakahan mendorong trader untuk mempertahankan posisi terlalu lama, berharap keuntungan terus bertambah banyak yang sering kali justru berakhir dengan kerugian.
c. Balas Dendam (Revenge Trading)
Setelah mengalami kerugian, banyak trader tergoda untuk “membalas” pasar dengan membuka posisi lebih banyak demi menutup kerugian secara cepat. Ini biasanya memperburuk keadaan.
d. Overconfidence (Terlalu Percaya Diri)
Setelah beberapa trading sesuai target, trader bisa menjadi terlalu percaya diri dan mengabaikan manajemen risiko.
3. Cara Mengalahkan Diri Sendiri dalam Trading
a. Miliki Rencana Trading (Trading Plan)
Tentukan entry, exit, Take profit dan Stop-loss sebelum membuka posisi. Jangan ubah rencana hanya karena emosi.
b. Gunakan Manajemen Risiko
Jangan pertaruhkan modal lebih dari 1-2% dari total balance dalam satu posisi.
c. Disiplin
Ikuti rencana dan strategi yang telah dibuat tanpa melibatkan emosi.
d. Evaluasi Diri Secara Rutin
Catat semua transaksi dan analisis kesalahan atau keputusan emosional yang dilakukan.
e. Latihan Mindfulness atau Meditasi
Melatih kesadaran diri bisa membantu menenangkan pikiran sebelum dan saat trading.
4. Jadilah Lawan Terbaik Dirimu
Dalam dunia trading, lawanmu bukan pasar atau trader lain, Musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri. Saat kamu mampu mengendalikan dirimu pada emosi, ego, dan keserakahan maka kamu sudah berada satu langkah lebih dekat pada kesuksesan.